jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing
Halini menjadikan dasar adanya pembagian wilayah di negara Indonesia. Seperti berpedoman pada zona waktu, perihal persebaran flora dan fauna pun Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Indonesia Timur, Indonesia Tengah dan Indonesia Barat. Penjelasan dari masing- masing wilayah ini adalah sebagai berikut:
PengertianKliring, Mekanisme, Jenis, Contoh dan Cara Pencatatan Jurnal Akuntansinya. 26 Mei 2022 oleh Wadiyo, S.E. Pengertian kliring adalah sarana yang digunakan oleh bank untuk menjalankan fungsinya, yaitu untuk memudahkan penyelesaian transaksi antarbank. Bank dapat saling memperhitungkan hutang piutang yang terjadi akibat transaksi bisnis
3 Berilah contoh jamur yang bermanfaat bagi manusia dan apa manfaatnya. 4. Jelaskan persamaan dan perbedaan tumbuhan paku dan lumut. 5. Jelaskan perbedaan tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. 6. Kelompok Hewan. Seperti halnya tumbuhan, he-Ayo Kita Pelajari. wan yang ada di permukaan bumi
1 Macam-macam atau jenis-jenis keadilan menurut Teori Aristoteles adalah sebagai berikut. Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan
Pakuheterospor ditemukan pada tumbuhan paku sampan (Salvinia natans), dan paku rane (Selaginella wildenwoii). 3. paku peralihan, yaitu jenis tumbuhan paku yang memilki ukuran yang sama tetapi jenisnya berbeda, sperti ditemukan pada tumbuhan paku ekor kuda (Equisetum debile) Klasifikasi tumbuhan paku dibagi atas 4 kelas, yaitu: 1.
Meilleur Site De Rencontres Totalement Gratuit. Dalam ilmu botani dan kehutanan, kebanyakannya relatif familiar dengan jenis tumbuhan paku. Selain memiliki karakteristik yang unik, penampakan morfologi dan ciri-cirinya pun berbeda apabila dibandingkan dengan pohon atau tumbuhan lainnya. Pengertian Tumbuhan Paku Tumbuhan paku atau sering disebut paku-pakuan adalah kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh. Tumbuhan paku berasal dari divisi Pterophyta. Kata “Pterophyta” terdiri dari dua kata. Kata pertama “pteron” memiliki arti sayap atau bulu dan “phyton” yang artinya tumbuhan. Maka, tumbuhan paku tergolong ke dalam tumbuhan berspora dan umumnya memiliki bentuk daun yang mirip seperti bentuk sayap. Paku-pakuan termasuk salah satu tumbuhan yang telah memiliki kormus. Artinya bagian akar, batang, dan daunnya bersifat sejati atau dapat dibedakan dengan jelas. Tumbuhan paku juga memiliki spora yang biasanya terletak di bagian bawah permukaan daun. Selain itu, tanaman paku-pakuan juga tergolong ke dalam tumbuhan vaskuler karena memiliki jaringan pengangkut berupa xilem dan floem. Jenis paku-pakuan merupakan tumbuhan terestrial daratan. Tanaman paku-pakuan biasanya tumbuh di darat dengan ketinggian sekitar 350 meter di atas permukaan laut. Sebagian spesies tanaman paku-pakuan juga dapat dijumpai di lapisan bawah tanah dataran rendah, di pantai, atau bahkan di lereng gunung. Namun, beberapa spesies tumbuhan paku dapat hidup di air. Contohnya adalah Azolla pinnata dan Marsilea crenata. Infografis tumbuhan paku oleh LindungiHutan. Tumbuhan paku memiliki 3 bagian utama yaitu helaian daun, batang, dan akar. Pada bagian daun terdapat bagian lain seperti tangkai daun, rakhis, penula, dan daun muda. Sedangkan bagian batangnya, atau rhizoma, biasanya tumbuh di dalam tanah secara horizontal atau vertikal. Jenis akar tanaman paku seringkali berupa akar serabut. Salah satu ciri utama tumbuhan paku dibandingkan dengan tanaman lainnya yaitu karakteristik daunnya. Tanaman paku-pakuan dikenal memiliki pucuk pada daun muda yang menggulung. Selain itu, permukaan daun bagian bawah tanaman paku-pakuan terdapat bintik-bintik cokelat, yaitu kotak spora atau sporangium. Fungsi sporangium adalah menghasilkan spora untuk alat perkembangbiakan. Organ reproduksi pada tanaman paku-pakuan Pteridophyta dapat dibedakan menjadi dua, yaitu organ vegetatif dan organ generatif. Organ vegetatif terdiri dari akar, batang, rimpang dan daun. Sedangkan, organ generatif terdiri dari spora, sporangium, anteridium, dan arkegonium. Sporangium tumbuhan paku umumnya terletak di permukaan daun bagian bawah dan berwarna coklat. Susunan kotak spora terlihat seperti gugusan. Bagian sorusnya terletak pada tulang daun yang sifatnya sangat penting dalam klasifikasi tumbuhan paku. Sebagian besar spesies tanaman paku-pakuan telah memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Sedangkan xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Secara umum, ciri-ciri tumbuhan paku diantaranya adalah Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit;Sudah dapat dibedakan akar, batang, dan daunnya;Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem;Berkembang biak dengan spora yang terbentuk pada sporangium, letaknya ada di permukaan ventral atau di ketiak daun;Mengalami metagenesis;Alat reproduksi jantan pada tanaman paku disebut anteridium, sedangkan betina disebut arkegonium;Daun yang masih muda akan menggulung layaknya gagang biola;Habitus tanaman paku-pakuan dapat berupa pohon, semak, epifit, merambat, mengapung, hidrofit, dan menjalar; Jenis Tumbuhan Paku Pengelompokan jenis-jenis tanaman paku-pakuan dapat dibagi menjadi beberapa kelompok tergantung aspek tertentu. A. Berdasarkan Bentuk dan Ukuran Spora Berdasarkan bentuk dan ukuran sporanya, tumbuhan paku digolongkan menjadi 3, yaitu Homospora atau isospora adalah jenis tanaman paku-pakuan yang hanya menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama berumah satu.Heterospora atau anisospora yaitu paku-pakuan yang dapat menghasilkan spora dengan dua ukuran yang berbeda berumah dua. Spora betina berukuran besar megaspora. Sedangkan spora jantan berukuran kecil mikrospora.Peralihan atau campuran merupakan jenis tumbuhan paku yangmenghasilkan spora yang berukuran sama tetapi jenisnya berbeda, yaitu berkelamin jantan atau betina berumah dua. B. Jenis Tanaman Paku Berdasarkan Ukuran Daun Berdasarkan ukuran daunnya, tumbuhan paku dibagi menjadi 2 yaitu Mikrofil, atau tumbuhan paku berdaun kecil;Makrofil, atau tumbuhan paku berdaun besar. C. Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Fungsi Daun Berdasarkan fungsi daunnya, tanaman paku-pakuan digolongkan menjadi 2 yaitu Sporofil, merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis dan menghasilkan merupakan daun yang memiliki fungsi untuk fotosintesis namun tidak menghasilkan spora. D. Berdasarkan Susunan Daun dan Sporangium Berdasarkan susunan daun dan sporangiumnya, tumbuhan paku dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu 1. Psilopsida Paku Purba Psilopsida Yunani, psilos = telanjang merupakan tumbuhan paku purba primitif yang sebagian besar anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Jenis tanaman paku-pakuan ini hidup pada periode antara zaman Silurian dan Devonian. Psilotum memiliki struktur tubuh yang sangat sederhana, tidak memiliki daun dan akar sejati namun memiliki rizom yang dikelilingi rizoid. Batangnya memiliki percabangan dikotomus, untuk paku purba yang memiliki daun, ukuran daunnya kecil mikrofil berbentuk sisik. Kumpulan sporangium bernama Sinangium berada di ketiak ruas batang. Hanya beberapa jenis yang masih hidup di bumi, salah satunya adalah Psilotum nudum. 2. Equisetopsida Paku Ekor Kuda Equisetopsida disebut juga dengan paku ekor kuda horsetail. Karena jenis tanaman paku-pakuan ini memiliki percabangan yang khas berbentuk uliran atau lingkaran. Paku ekor kuda tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran yang besar dan tingginya mencapai 15 m. Fosilnya saat ini dimanfaatkan sebagai batu bara. Jenis tanaman paku Equisetopsida memiliki batang beruas-ruas, berongga, serta memiliki rhizome. Daunnya kecil mikrofil atau berbentuk sisik transparan yang tersusun melingkar. Terdapat strobilus di ujung batang, merupakan jenis paku peralihan. Contoh spesies jenis paku ekor kuda adalah Equisetum debile. 3. Lycopsida Paku Kawat Lycopsida sudah hidup di bumi pada zaman Devonian dan tumbuh melimpah pada zaman Karbon dengan ukuran besar sekitar 3 m di lahan basah berupa rawa-rawa. Namun, jenis paku kawat kini telah punah dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil atau batu bara. Sedangkan untuk Lycopsida berukuran kecil masih bertahan hidup hingga saat ini. Lycopsida memiliki batang dengan bentuk seperti kawat, daun kecil mikrofil seperti rambut/sisik. Memiliki kumpulan sporofil dalam bentuk strobilus di ujung percabangan. Sporofil tersebut sebagiannyamenghasilkan dua jenis spora heterospora misalnya Selaginella sp. Kelompok tanaman paku kawat yang menghasilkan satu jenis spora misalnya Lycopodium sp. 4. Pteropsida Paku Sejati Pteropsida atau paku sejati adalah jenis tanaman paku-pakuan yang sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar. Jenis paku ini memiliki ukuran dan bentuk yang sangat bervariasi. Hidup secara terestrial, akuatik, maupun epifit. Memiliki batang yang ada di dalam tanah rizom. Daun berukuran besar makrofil berupa lembaran, daun mudanya menggulung circinate pada tumbuhan paku terestrial dan epifit. Memiliki sporofil daun penghasil spora dan tropofil daun untuk fotosintesis dan tidak menghasilkan spora. Spora dihasilkan oleh sporangium yang bersusun membentuk sorus di permukaan bawah daun. Contohnya yaitu Adiantum sp. dan Thelypteris sp. Sedangkan untuk tumbuhan paku yang hidup di air dan sporofilnya membentuk sporokarp. Salah satu contohnya adalah Marsilea crenata. Contoh-contoh Tumbuhan Paku Beberapa contoh tumbuhan paku yang sering dijumpai yaitu 1. Paku Tanduk Rusa Platycerium bifurcatum KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusPlatyceriumSpesiesPlatycerium bifurcatum Cav. C. taksonomi paku tanduk rusa Platycerium bifurcatum. Paku tanduk rusa mempunyai nama latin Platycerium bifurcatum. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai tanaman hias yang menempel di dinding atau pohon dewasa. Manfaat paku tanduk rusa diyakini dapat digunakan sebagai obat-obatan untuk mengobati penyakit gondok, obat bisul, menyuburkan kandungan, dan pereda haid. Tapi, manfaat-manfaat tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. 2. Suplir Adiantum capillus-veneris KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliAdiantaceaeGenusAdiantumSpesiesAdiantum capillus-veneris taksonomi paku suplir Adiantum capillus-veneris. Tanaman ini sering digunakan untuk menghiasi pekarangan rumah dengan cara menanam di dalam pot atau langsung ke tanah. Bentuk paku suplir hampir menyerupai trapesium dengan warna hijau muda yang cerah. 3. Paku Pedang Nephrolepis cordifolia KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliDryopteridaceaeGenusNephrolepisSpesiesNephrolepis cordifolia L. C. PreslKlasifikasi taksonomi paku pedang Nephrolepis cordifolia. Ciri-ciri tumbuhan paku pedang memiliki batang yang bercabang dan berkayu. Daunnya memiliki urat-urat bahkan ada yang tidak memiliki daun. 4. Pteris KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPteridaceaeGenusPterisKlasifikasi taksonomi tanaman paku-pakuan dari genus Pteris. Jenis tumbuhan paku dari genus Pteris sangat beragam. Salah satu contohnya adalah Pteris vittata atau Paku Rem China. Tumbuhan ini tergolong ke dalam paku tanah, yaitu paku-pakuan yang dapat hidup di tanah, tembok, dan tebing terjal. Paku Pteris ini menyukai kelembaban. Rimpangnya menjalar pada permukaan batuan dan akar-akarnya masuk ke celah-celah batu. Pteris vittata tergolong ke dalam tumbuhan paku jenis herba, memiliki daun majemuk menyirip dengan tepi daunnya rata. Bentuk daunya memanjang dan memiliki ukuran ± 3,5 cm. Daun Pteris sp. tergolong anisofil, yaitu daun yang terdiri dari dua ukuran yang berbeda di mana daun yang satu lebih besar dari daun yang lainnya. 5. Paku Sisik Naga Pyrrosia piloselloides KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusPyrrosiaSpesiesPyrrosia piloselloides L. M. G. PriceKlasifikasi taksonomi paku sisik naga Pyrrosia piloselloides. Paku sisik naga Pyrrosia piloselloides adalah salah satu dari beberapa jenis tumbuhan paku epifit. Tumbuhan ini biasa dijumpai di tempat-tempat dengan elevasi yang rendah sampai tinggi. Jenis paku sisik naga tumbuh merambat pada batang pohon atau dinding rumah yang tidak terawat. Paku sisik naga memiliki kandungan kimia seperti saponin, polifenol, minyak atsiri, triterpenoid/sterol, fenol, flavonoid, gula, dan tanin. Tanaman ini bersifat manis, tawar, dan sejuk. 6. Paku Langlayang Drynaria sparsisora KingdomPlantaeSubkingdomTracheobiontaDivisiPteridophytaKelasPteridopsidaSubkelasPolypoditaeOrdoPolypodialesFamiliPolypodiaceaeGenusDrynariaSpesiesDrynaria sparsisora MooreKlasifikasi taksonomi paku simbar layangan Drynaria sparsisora. Drynaria sparsisora dikenal dengan nama lokal Paku Langlayang atau Simbar Layangan. Tumbuhan paku ini banyak tumbuh di rawa dan hutan kerangas. Paku jenis ini ditutupi oleh serabut pendek berwarna hitam dengan tekstur rimpang keras. Bagian abaksial daun berwarna hijau muda, sedangkan bagian adaksial berwarna hijau tua. Tepi daun fertilnya berbagi, dengan daun penyangga melebar di bagian tengah, pendek, dan lebih tipis dari paku kepala tupai. Letak sporangium tersebar tidak beraturan di antara anak tulang daun fertil dan kecil-kecil. FAQ Apa itu Tumbuhan Paku? Tumbuhan paku atau paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki struktur berupa akar, batang, daun sejati, serta alat pengangkut atau berkas pembuluh. Apa Ciri-ciri Tanaman Paku? Ciri-ciri tumbuhan paku-pakuan diantaranya yaitu 1 Tubuh utama tumbuhan paku adalah sporofit, 2 Sudah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya, 3 Memiliki berkas pembuluh angkut berupa xilem dan floem. Penjelasan lengkapnya telah kita ulas di artikel ini. Referensi dan rujukan yang digunakan pada artikel ini. Penulis Septi Purwaningsih Editor Tasqiya Ratnasari
Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing - Berbagai Jenis Itu Ciri Ciri Tumbuhan Paku Contoh, Klasifikasi, Manfaat Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing 7 Jenis Tumbuhan Paku dan Gambarnya, Kenali Ciri-ciri dan Pemanfaatan - Hot Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing - Berbagai Jenis Itu Tumbuhan Paku – Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Daur Hidup Tumbuhan Paku idschool Tumbuhan Paku Pengertian, Ciri, Manfaat, Klasifikasi & Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing – Berbagai Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing – Berbagai Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing - Berbagai Jenis Itu Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Metagenesis Tumbuhan Paku Lengkap dengan Pembahsannya Cara Tumbuhan Paku Berkembang Biak Menggunakan Spora, Materi Belajar dari Rumah TVRI - Semua Halaman - Bobo Pengertian Tumbuhan Berpembuluh, Ciri, Jenis dan Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat Perbedaan Daur Hidup Tumbuhan Lumut dan Tumbuhan Paku idschool Tumbuhan Paku Pengertian, Ciri, Struktur, Manfaat & Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing 10 Jenis Tumbuhan Paku yang Bermanfaat untuk Sehari-hari Tumbuhan Paku - Pengertian, Jenis, Manfaat, Ciri, Klasifikasi Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing – Berbagai Contoh Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Pengertian Tumbuhan Berpembuluh, Ciri, Jenis dan Contoh Struktur Tumbuhan Paku Pteridofita - Info Pendidikan dan Biologi Pteridophyta - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Contoh 7 Jenis Tumbuhan Paku dan Gambarnya, Kenali Ciri-ciri dan Pemanfaatan - Hot Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing – Berbagai Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Ciri-Ciri Tumbuhan Paku, Ketahui Struktur Tubuh dan Klasifikasinya - Ragam Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan … eksplorasi tumbuhan paku pteridofit revisi terakhir ganti Ciri-Ciri, Perkembangbiakan, Klasifikasi Dan Manfaat Tumbuhan Paku Pteridophyta Pelajaran Sekolah Online Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat Berdasarkan spora yang dihasilkan tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi 3 macam Gambarkan bagan - Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan … Inilah Cara Perkembangan Vegetatif Alami Pada Tumbuhan, Spora dan Contoh- contohnya - Semua Halaman - Fotokita Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing – Berbagai Contoh Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Alamendah’s Blog Tumbuhan Paku Pterydophyta Pengertian, Ciri, Metagenesis, Reproduksi, Klasifikasi, Contoh Dan Manfaatnya Pengertian Tumbuhan Berpembuluh, Ciri, Jenis dan Contoh 15+ Contoh Tumbuhan Paku Lengkap [ Penjelasan dan Gambarnya] Belajar Tentang Metagenesis Tumbuhan Paku [ Terlenkap ] + Gambarnya Tumbuhan Paku Pteridophyta Bio-Green Tumbuhan Berpembuluh Pengertian, Ciri, Manfaat, Jenis & Contoh Pteridophyta adalah - Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Manfaat Tumbuhan Paku Pengertian, Ciri, Struktur, Manfaat & Contoh Pteridophyta - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Contoh Mengenal Tumbuhan Paku 10 Jenis Tumbuhan Paku Serta Manfaatnya untuk Kehidupan Sehari-hari Pengertian Tumbuhan Berpembuluh, Ciri, Jenis dan Contoh Metagenesis Tumbuhan Paku Pteridophyta eksplorasi tumbuhan paku pteridofit revisi terakhir ganti Mengenal Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Pteridophyta - Kelas Pintar 7 Jenis Tumbuhan Paku dan Gambarnya, Kenali Ciri-ciri dan Pemanfaatan - Hot Jelaskan pengertian metagenesis dan berikan contohnya! Ciri-Ciri Tumbuhan Paku, Ketahui Struktur Tubuh dan Klasifikasinya - Ragam Jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya Berilah contoh masing- masing - Tumbuhan Paku Pengertian, Ciri, Struktur, Manfaat & Contoh BAHAN AJAR-Flip eBook Pages 1 - 50 AnyFlip AnyFlip Pteridophyta - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Contoh Kingdom Plantae Lumut, Paku, Tumbuhan Berbiji idschool 10 Jenis Tumbuhan Paku yang Bermanfaat untuk Sehari-hari ✓ Metagenesis Tumbuhan Paku dan Skema Metagenesis Paku Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat Pengertian Tumbuhan Berpembuluh, Ciri, Jenis dan Contoh Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing - Berbagai Jenis Itu Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Pteridophyta, Klasifikasi, Contoh, & Reproduksi - BIOLOGI KESEHATAN 10 Jenis Tumbuhan Paku yang Bermanfaat untuk Sehari-hari √7+ Jenis-Jenis Tumbuhan Paku [LENGKAP] Beserta Penjelasannya Pteridophyta - Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Contoh Kelemahan buku berdasarkan kalimat komentar diatas terdapat pada nomor Daur Hidup Tumbuhan Paku idschool Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat Rasanya anjim banget Perhatikan gambar tumbuhan paku di bawah ini a Jelaskan ciri-ciri morfologi tumbuhan tersebut - Tumbuhan Paku Pengertian, Ciri, Struktur, Manfaat & Contoh Tumbuhan Paku Pteridophyta Bio-Green Jelaskan Jenis Tumbuhan Paku Berdasarkan Sporanya Berilah Contoh Masing Masing Tumbuhan Paku - Ciri-ciri, Struktur, Klasifikasi, Metagenesis, Daur Hidup, Manfaat eksplorasi tumbuhan paku pteridofit revisi terakhir ganti Tumbuhan Paku - Pengertian, Jenis, Manfaat, Ciri, Klasifikasi ✓ Metagenesis Tumbuhan Paku dan Skema Metagenesis Paku Biologi X - Semester 2 - Plantae - Uji Kompetensi 3 Ciri-Ciri Tumbuhan Paku, Ketahui Struktur Tubuh dan Klasifikasinya - Ragam Metagenesis Tumbuhan Paku Pteridophyta Tolong dibantu ya. Jangan ngasal ya. Poin nya banyak loh. Langka nih. Ciri Ciri Tumbuhan Paku Contoh, Klasifikasi, Manfaat Biologi X - Semester 2 - Plantae - Uji Kompetensi 3 Cermati skema daur hidup tumbuhan lumut berikut! … jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya dan berilah masing masing contohnya - Ciri-Ciri Tumbuhan Paku Homospora, Heterospora & Peralihan 7 Jenis Tumbuhan Paku dan Gambarnya, Kenali Ciri-ciri dan Pemanfaatan - Hot Metagenesis Tumbuhan Paku Lengkap dengan Pembahsannya Contoh-Contoh Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Cara Spora - Semua Halaman - Bobo
Klasifikasi Tumbuhan Paku – Dalam hal ini di dunia saat ini telah ditemukan sekitar > spesies tumbuhan paku. Dengan jumlah sebanyak itu, maka tentu akan sangat sulit bagi kita untuk bisa mengidentifikasi semua spesies tersebut. Maka diperlukan suatu sistem klasifikasi untuk mengkelas-kelaskan semua spesies tumbuhan paku yang jumlahnya sangat banyak itu, sehingga memudahkan dalam kegiatan identifikasi yang kita lakukan. Klasifikasi Tumbuhan PakuPaku Purba “Psilopsida”Paku Kawat “Lycopsida”Paku Ekor Kuda “Sphenopsida Atau Equisetopsida”Paku Sejati “Pteropsida” Nah untuk mengidentifikasi semua spesies tumbuhan paku tersebut, kita bisa melakukan klasifikasi berdasarkan kenampakan luarnya mulai dari keberadaan daun, sporangium dan susunan anatominya. Para ahli telah melakukan klasifikasi tumbuhan paku “Pteridophyta” dan mereka menggolongkan menjadi 4 sub divisi yang antara lain paku purba “Psilopsida”, paku kawat “Lycopsida”, paku ekor kuda “Sphenopsida atau Equisetopsida” dan paku sejati “Pteropsida”, yang masing-masing sub divisi tumbuhan paku ini memiliki karakteristik dan ciri yang spesifik. Paku Purba “Psilopsida” Sub divisi dari sistem klasifikasi tumbuhan paku yang pertama ialah Psilopsida atau paku purba. Sesuai dengan namanya jenis tumbuhan paku satu ini telah ada sejak zaman purba. Sebagian di antara mereka telah mengalami kepunahan dan hanya ditemukan dalam bentuk fosil. Misalnya Rhynia “paku tidak berdaun” sedangkan sebagian kecil lainnya masih dapat ditemukan saat ini, misalnya paku tmesipteris yang tumbuh di kepulauan dan psilotum nudum tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Ciri-ciri dari jenis tumbuhan paku ini antara lain tingginya 30 cm -1 m, memiliki rizhom yang dikelilingi rizoid, serta tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Akan tetapi dari ciri-ciri tersebut, ada pula beberapa pengecualian. Sebagian paku purba yang memiliki daun mempunyai cirri yang lebih spesifik di antaranya Ukuran daun sangat kecil berbentuk seperti sisik. Sporangium berada di ketiak ruas batang. Gametofit tersusun atas sel yang tidak berklorofil. Batang berklorofil dan sudah memiliki sistem pengangkut “pembuluh vaskuler”. Paku Kawat “Lycopsida” Pengklasifikasian tumbuhan paku juga menghasilkan satu sub divisi yakni tumbuhan paku kawat atau paku rambut “Lycopsida”, sub divisi paku-pakuan ini diperkirakan telah tumbuh di bumi di masa Devonian. Mereka terus berkembang biak sampai jumlahnya sangat melimpah pada masa Karboniferus. Dan hampir semua Lycopsida telah mengalami kepunahan, mereka kebanyakan telah ditemukan dalam bentuk fosil atau endapat batu bara. Namun beberapa di antaranya yang berukuran kecil sampai kini dapat kita temui di permukaan tanah atau kulit pohon di ekosistem hutan hujan tropis. Secara umum sub divisi dari klasifikasi tumbuhan paku ini dapat diidentifikasi dari morfologi dan anatomi tubuhnya. Ciri-ciri tumbuhan paku ini antara lain Tinggi tubuhnya dapat mencapai kurang lebih 3 meter. Sporofit tersusun dari sel-sel yang mengandung klorofil dan memiliki daun berbentuk seperti rambut atau sisik. Batangnya berbentuk seperti kawat dengan cabang-cabang yang mengandung sporangium dalam wadah sporofil yang berbentuk gada “strobilus”. Gametofit berukuran kecil dan tidak berklorofil, oleh karena itu makanannya diperoleh melalui simbiosis dengan jamur yang tumbuh di sekitarnya. Sporangium menghasilkan spora, ada Lycopsida yang menghasilkan satu jenis spora “homospora” seperti Lycopodium sp, namun ada juga yang menghasilkan 2 jenis spora “heterospora” seperti Selaginella sp. Gametofitnya ada yang memiliki 2 jenis alat kelamin, misalnya Lycopodium sp, namun ada pula yang menghasilkan 1 jenis alat kelamin saja misalnya Selaginella sp. Paku Ekor Kuda “Sphenopsida Atau Equisetopsida” Klasifikasi tumbuhan paku juga menghasilkan satu sub divisi yang dinamai divisi paku ekor kuda “Sphenopsida atau Equisetopsida”, dinamai demikian karena jenis tumbuhan paku ini memiliki percabangan pada batangnya dengan bentuk yang menyerupai ekos kuda. Paku ekor kuda memiliki beberapa ciri yang diantaranya yaitu Tumbuhan ini sering tumbuh di daerah dengan tanah yang berpasir. Sporofitnya berbentuk sisik dengan warna agak transparan dengan susunan melingkar pada batangnya. Batangnya berongga dan beruas, karena pada lapisan luar batang terkandung silika tinggi, batang dari klasifikasi tumbuhan paku ini cukup keras dan sering digunakan sebagai alat penyikat. Batang memiliki rizom dan ujung yang mengandung sporangia. Sporangiumnya menghasilkan spora dengan ukuran dan bentuk sama, kendati dari jenis yang berbeda. Oleh karena inilah paku-pakuan dalam sub divisi ini tergolong paku peralihan. Tingginya dapat mencapai kurang lebih 15 meter. Paku Sejati “Pteropsida” Sub divisi dalam klasifikasi tumbuhan paku selanjutnya ialah subdivisi paku sejati “Pteropsida”. Tumbuhan paku dari jenis ini umumnya dengan mudah kita temui pada habitat lembab, seperti di daerah ekosistem hutan hujan tropis. Pakis yang tumbuh di sela pohon sawit ialah salah satu spesies dari golongan tumbuhan paku ini, selain itu spesies golongan paku sejati juga dapat kita temui dengan melihat ciri-cirinya diantaranya yaitu Dengan memiliki akar, batang dan daun sejati dengan ukuran variatif. Daunnya berukuran lebih besar dibanding paku-pakuan jenis lain, bentuknya lembaran dan tulang daunnya bercabang. Daun atau tunas mudanya menggulung. Terdapat > spesies paku sejati di dunia saat ini, beberapa contoh tumbuhan paku dari sub divisi ini antara lain Asplenium nidus, Adiantum fimbriatum dan Marsiles crenata. Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Klasifikasi Tumbuhan Paku dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.
Umumnya, tanaman paku-pakuan pterydophyta merupakan tanaman dengan ciri memiliki daun, batang, akar sejati atau istilahnya disebut cormophyta. Tanaman paku -pakuan hidup di hampir semua wilayah/tempat di seluruh dunia. Wilayah lembab, di atas permukaan tanah misalnya secara merambat, di wilayah bangunan kosong tak terawat, pinggiran tebing, sekitar wilayah air seperti danau, kolam, wilayah gunung berapi kecuali daerah gurun yang kering dan daerah salju cara hidup tanaman paku ?Cara hidup tanaman paku – pakuan juga beragam. Ada yang hidup secara epifit maupun saprofit. Sebagaimana lumut, tanaman paku -pakuan juga mengalami metagenesis. Namun, ada yang membedakan tanaman paku – pakuan dari lumut, yaitu pada tanaman paku – pakuan fase yang lebih dominan adalah fase sporofit, pada tanaman lumut fase gametofit justru lebih dominan. Ini bearti dalam sistim reproduksi, tanaman paku – pakuan berkembang biak mengunakan spora. Bentuk tanaman paku-pakuan cukup bervariasi, ada yang berbentuk pohon, rerumputan serta berbentuk seperti tanduk – ciri umum tanaman paku-pakuanMemiliki akar, batang, daun sejati cormophyta. Ini berarti antara akar, batang, dan daun sudah dapat dibedakan dengan pada tanaman paku-pakuan bersifat seperti serabut atau istilahnya rizoid dengan pelindung pada ujungnya yang disebut tudung akar atau batang pada tanaman paku – pakuan tidak terlihat, karena biasanya akar pada tanaman paku – pakuan terbenam dalam tanah dalam bentuk rimpang rizoma. Namun demikian, ada juga akar tanaman paku – pakuan yang berdiri tegak di atas permukaan tanah seperti muda pada tanaman paku-pakuan umumnya menggulung dan melingkar pada klorofil sehingga bersifat autotrofTidak memiliki biji untuk berkembangbiakWalaupun sifat akarnya seperti serabut rizoid, tetapi telah memiliki jaringan pengangkut yang sempurna, yaitu jaringan pengangkut xilem dan tinggi yang bervariasi, dari yang tingginya 2 cm hingga 5 m misalnya paku tiang atau Sphaeropteris. Bahkan tanaman paku pada zaman purba diperkirakan tingginya mencapai 15 hidupnya terdiri dari dua generasi, yaitu generasi sporofit dan hidup tanaman paku-pakuan secara epifit dan kita mengetahui penjelasan tanaman paku berserta ciri-ciri tanaman paku. kita akan menjelaskan jenis-jenis jenis tanaman paku yaitu 1. Subdivisi psilopsida paku purbaTanaman paku subdivisi psilopsida merupakan salah satu tanaman paku yang sederhana, karena susunan atau struktur tanamannya dapat dikatakan cukup sederhana. Tanaman paku psilopsida ini hanya berupa ranting yang bercabang – cabang, tanpa daun dan akar. Adapun, struktur yang berbentuk bulu – bulu halus yang disebut rizoid atau akar semu, berfungsi seperti akar, alat untuk melekatkan diri pada substrat dan menyerap air dan zat hara. Psilopsida hanya memiliki dua genus di seluruh dunia yang tersebar di iklim tropis dan subtropis. Tanaman ini termasuk tanaman sporofit atau penghasil spora. Sayangnya, tanaman subdivisi psilopsida ini termasuk tanaman yang hampir punah keberadaannya. Contoh subdivisi psilopsida ini adalah Psilotum – ciri psilopsidahomosporaberdaun mikrofil dan batangnya berklorofiltak memiliki daun sejatihidup di daerah beriklim tropis dan subtropisumumnya telah punah dengan perkiraan 10 hingga 13 jenis yang masih bertahan hidup hingga saat Subdivisi LycopsidaSubdivisi lycopsida merupakan tanaman paku heterospora, yaitu tanaman yang menghasilkan dua jenis spora, mikrospora dan makrospora. Lycopsida atau disebut juga paku rambut atau paku kawat memiliki daun yang kecil – kecil dan hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Subdivisi lycopsida termasuk tanaman epifit atau menumpang hidup pada tanaman lainnya. Subdivisi Lycopsida contohnya adalah tanaman Lycopodium cernuum paku kawat serta Selaginella paku rane.Ciri – ciri Lycopsidamemiliki akar, batang, daun sejatidaunnya tersusun rapat dan bentuknya kecil – kecilmemiliki dua jenis sporangium pada paku rane atau Selaginella, yaitu makrosporangium dan di tanah ataupun menempel pada batang pohon3. Subdivisi sphenopsidaTidak seperti subdivisi lycopsida yang hidup di daerah tropis, sebaliknya subdivisi sphenopsida atau yang juga disebut tanaman paku ekor kuda hidup di daerah sub tropis, terutama di daerah rawa – rawa. Subdivisi sphenopsida memiliki daun mikrofil dan termasuk generasi sporofit, yaitu tanaman yang menghasilkan spora. Spora haploid dihasilkan dari sporangium kotak spora dengan cara meiosis. Subdivisi sphenopsida memiliki batang yang keras dan berongga, mengandung silika. Contoh dari Subdivisi sphenopsida adalah Equisetum – ciri sphenopsidasering tumbuh di daerah berawaheterosporakandungan silika yang berlimpah pada batangnyabatangnya tumbuh di atas permukaan tanah tegak juga terbenam dibawah permukaan tanah rimpang / rhizome4. Subdivisi PteropsidaSubdivisi Pteropsida paku sejati dikenal di Indonesia sebagai tanaman pakis. Subdivisi Pteropsida hidup di daerah dengan iklim tropis dan sub tropis. Subdivisi Pteropsida memiliki akar, batang, daun sejati. Daunnya cukup lebar dibandingkan subdivisi yang lainnya dengan tulang daun yang bercabang. Pada daun muda subdivisi Pteropsida akan menggulung di ujung. Contoh tanaman subdivisi Pteropsida adalah Adiantum cuneatum suplir, Marsilea crenata semanggi, serta Asplenium nidus paku sarang kuda.Ciri – ciri Pteropsidahomospora / isospora , dimana spora – spora ini berkumpul dan terletak di bawah daundalam fertilisasi membutuhkan bantuan air sebagai sarana bagi sperma bersilia menuju sel telur. Sperma bersilia dan sel telur pada subdivisi Pteropsida dihasilkan dari protalium dan protalium merupakan tahap perkembangan dari spora Pteropsida yang jatuh ke spora ke berbagai daerah baru dibantu oleh anginbatangnya tumbuh di atas permukaan tanah tegak juga terbenam dibawah permukaan tanah rimpang atau rhizome5. Berdaun MikrofilTanaman paku-pakuan yang berdaun mikrofil, yaitu tanaman paku-pakuan yang berdaun kecil yang pada umumnya terdapat pada tumbuhan yang memiliki keunikan sendiri dan tumbuhan paku berdaun mikrofil ini merupakan jenis tumbuhan paku yang tidak langka sehingga mudah untuk tanaman paku-pakuan berdaun mikrofil adalahmemiliki bentuk daun seperti sisik atau daunnya tidak bertangkaistruktur daunnya tidak memiliki tanaman paku-pakuan berdaun mikrofil ini tidak memiliki diferensiasi Berdaun MakrofilTanaman paku-pakuan berdaun makrofil adalah tanaman paku-pakuan yang memiliki daun yang besar-besar. Dan tamanan paku berdaun makrofil ini juga tidak langka sehingga muda untuk tanaman paku-pakuan berdaun makrofil adalahmemiliki bentuk daun yang daunnya terdapat tangkaimemiliki tulang daun serta daunnya itu, tanaman paku berdaun makrofil telah memiliki diferensiasi Berdaun TropofilDaun tropofil merupakan daun yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis proses pembuatan makanan. Yang akan membantu menyerap air yang disalurkan melalui stomata sehingga akan terbentuknya proses fotosintesis secara sempurna. Sehingga berfungsi dalam proses fotosintesis yang menghasilkan zat makanan glukosa dan sering disebut dengan daun paku berdaun tropofil ini selalu ada di setiap tumbuhan paku karena berperan penting sekali dalam berlangsungnya fotosintesis sebuah tumbuhan yang merupakan daun dari setiap tumbuhan paku yang akan menyerap air yang yang akan membuat tumbuhan paku tumbuh secara sempurna dan bertahan Berdaun SporofilDaun sporofil merupakan daun yang berfungsi sebagai penghasil spora. Spora disimpan didalam kotak spora yang disebut sporangium. Pada daun sporofil inilah kumpulan sporangium yang disebut sorus berada, biasanya terletak pada bagian bawah daun dan berupa bintik-bintik berwarna kuning, cokelat, atau cokelat yang masih muda dilindungi oleh membran tipis yang disebut indisium. Dan sporofil memiliki peran penting dalam tumbuhan paku karena merupakan akar dari setiap tumbuhan paku yang akan menghasilkan spora yang akan melengkapi struktur tanaman paku sehingga akan menghasilkan tanaman paku yang sempurna9. HomosporaTanaman paku homospora atau isospora adalah tanaman paku yang menghasilkan satu macam ukuran spora sebagai alat perkembangbiakan reproduksi sehingga daun ini memiliki sebutan daun fertil subur.Tanaman paku ini terlihat berwarna hijau yang menyegarkan karena merupakan kelompok plantae yang bisa melakukam fotosintesis dan pada tanaman ini pada daunnya terdapat alat reproduksi atau perkembangbiakkan yang disebut dengan spora yang terdapat pada permukaan bawah dari daun. Tanaman paku ini berkembangbiak secara vegetatif dengan spora dan terjadi fertilisasi secara silih berganti sehingga memiliki kemampuan Lycopodium sternum paku kawat.10. HeterosporaTanaman paku heterospora atau anisospora memiliki ukuran spora yang berbeda, yaitu mikrospora spora berukuran kecil dan bekelamin jantan serta makrospora spora berukuran besar dan berkelamin betina. Mikrospora berukuran lebih kecil dibandingkan dengan tanaman paku heterospora ini merupakan jenis tanaman paku yang termasuk langka dan sulit untuk ditemukan dan hanya berada di tempat-tempat tertentu karena tak banyak ukuran spora yang dari tanaman paku heterospora adalah Marsilea crenata semanggi dan Selaginella paku rane.11. PeralihanTanaman paku peralihan merupakan tanaman paku-pakuan yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, jenis kelamin berbeda namun tetap diantara jenis kelamin betina dan ketika spora itu jatuh ditempat yang sesuai ternyata dapat menghasilkan prothalium yang berbeda, sehingga masing-masing prothalium akan ada yang bisa menghasilkan Antheridium dan akan ada pula yang bisa menghasilkan tanaman paku peralihan adalah Equisetum debile paku ekor kuda. Manfaat tanaman paku-pakuanTanaman paku-pakuan ternyata memiliki banyak manfaat bagi kehidupan makhluk sekitarnya. meskipun tanaman paku tidak terlalu banyak yang menyukai, namun masih banyak manusia yang memelihara tanaman manfaat tanaman paku-pakuan yaitu 1. Sebagai tanaman hiasBanyak yang memanfaatkan tanaman paku sebagai tanaman hias yang digunakan untum menghias di halaman rumah, atau tempat yang digunakan sebagai tempat-tempat tanaman adalah jenis-jenis tanaman paku yang digunakan sebagai tanaman hias Paku tanduk rusaplatycerium bifurcatumPaku tanduk rusa sering dipakai sebagai tanaman hias karena daunnya tersusun rapi, saling bertumpuk tetapi terlihat indah. Paku tanduk rusa termasuk tanaman epifit yang menempel pada tanaman lain, seperti pohon, tanpa menganggu nutrisi tanaman yang ditumpanginya. Tanaman ini termasuk salah satu tanaman yang menyukai tempat tumbuh yang tak langsung terkena sinar sarang burung Asplenium spPaku sarang burung sering dipakai sebagai tanaman hias karena warna hijaunya yang sangat cerah, sehingga menyejukkan mata. Warnanya akan berubah sedikit kekuningan apabila terkena cahaya matahari langsung. Daunnya besar dan panjang, hampir menyerupai daun pohon Adiantum spTanaman suplir biasanya disimpan di dalam pot teras rumah untuk mempercantik rumah. Tanaman ini memiliki daun yang berwarna hijau muda dengan bentuk yang hampir menyerupai trapesium. Tanaman suplir menyukai tempat yang teduh, tak langsung terkena sinar Sebagai penghasil obat-obatanTanaman paku-pakuan juga bisa memberikan manfaat sebagai obat-obatan yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan terbukti keamanannya serta bisa menyembuhkan beberapa penyakit tanaman paku yang digunakan sebagai penghasil obat-obatan adalah Equisetumpaku ekor kudaPaku ekor kuda mempunyai fungsi diuretic, yaitu untuk melancarkan pengeluaran urine atau air seni. Nah, dengan begitu paku ekor kuda sangat cocok bagi penderita sumbatan saluran rane SelaginellaSelaginella dapat dijadikan sebagai obat luka digigit ular. Cara pengolahannya, dicuci bersih dan ditumbuk halus kemudian ditempelkan pada luka dan dibalut kain bersih. Selain sebagai obat luka digigit ular, selaginella dapat juga digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan infeksi saluran kencing. Cara pengolahannya dengan dibersihkan dan direbus daunnya untuk diminum airnya saja selangi hangat – hangat marsilea crenataSemangi dapat dijadikan sebagai obat – obatan selain sebagai sayuran. Manfaat semangi sebagai tanaman obat, diantaranya untuk mengobati pengecilan hati, melancarkan saluran kencing, mengobati amandel dan sariawan, mengobati batuk dan sesak nafas. Pengolahannya dilakukan dengan cara mencuci bersih dan merebus daun semangi untuk diambil airnya dan tanduk rusa platycerium bifurcatumTanaman paku tanduk rusa mengandung zat antiinflamasi dan karenanya dapat dijadikan sebagai obat demam, radang rahim, bisul serta haid tak Sebagai sayuranBagian tanaman paku – pakuan yang digunakan sebagai sayuran biasanya daun yang masih muda. Daun yang masih muda rasanya lebih enak, sedikit manis dan bertekstur lunak. Daun yang tua biasanya alot, sehingga tidak enak bila dimakan. Pengolahan tanaman paku – pakuan sebagai sayuran dapat bervariasi, diantaranya dijadikan lalap, ditumis maupun dijadikan sayuran berkuah banyak, seperti marsilea crenataSalvinia natans pakusampan atau kiambang4. Sebagai salah satu bahan dalam pembuatan karangan bungaTanaman paku bisa dijadikan sebagai pembuatan karangan yang dapat membantu ide kreatif dengan menggunakan tanaman paku sebagai penambah menjadi karangan bunga yg tanaman paku yang digunakan sebagai bahan dalam pembuatan karangan bunga yaitu Paku kawat Lycopodium cernuumLycopodium cernuum memiliki bentuk yang unik, yaitu daunnya berambut, membentuk garis sekaligus menyerupai kawat. Karena bentuknya yang unik inilah, Lycopodium cernuum sering didunakan sebagai tanaman hias ataupun sebagai karangan juga artikel biologi lainnya fungsi daun pada tumbuhanbagian bagian bungabiota lautfungsi dinding sel pada tumbuhan
jelaskan jenis tumbuhan paku berdasarkan sporanya berilah contoh masing masing